Jumat, 16 Oktober 2015

Bukankah itu kamu~

Bukankah itu kamu ?
Datang dari kejauhan membawakan sebuah pengaharapan yg kau tunjukan padaku?
Bukankah itu kamu ?
Yg dengan perlahan berjalan menghampiriku hanya untuk menggenggam tanganku ?
Bukankah itu kamu ?
Diam diam membisikan kata kata puitismu untukku ?
Bukankah itu kamu ?
Berdiri dengan melebarkan tangan dan siap untuk memelukku ?
Bukankah itu kamu ?
Dengan senyum merekah dibibirmu yg hanya kau berikan kepadaku ?
Bukankah itu kamu ?
Yg dengan sengaja menarikku untuk jatuh ke dalam gelombang cintamu ?
Bukankah itu kamu ?
Yg dengan berhasilnya membuatku jatuh cinta kepadamu ?
Dan bukankah itu kamu ?
Yg pada akhirnya melebarkan tangan untuk melepasku ?
Bukankah itu kamu juga ?
Berjalan pergi menjauh tanpa pernah menoleh terhadapku ?
Bukankah itu kamu , bukankah itu kamu ?

Jumat, 07 Agustus 2015

Sebuah catatakan kecil 2

Jika kamu sdh memilih menjauh, lalu apa yg harus aku perbuat ? Aku berusaha menahanmu, berusaha mencegahmu. Tapi kau ttp pada keputusanmu, jika memang aku salah. Jika memang kau tak menyukaiku, katakanlah. Untuk apa kau hanya berdiam tanpa berbiacara, seolah olah tak saling mengenal. Seolah olah tak pernah terjadi sesuatu diantara kita. Kau yg mengajakku untuk masuk di duniamu, kau menceritakan segala hal padaku. Seolah olah kau berbagi beban hidupmu denganku, kau pun mengatakan seolah olah kau menyukaiku. Apa yg salah disini ? Katakan, kumohon. Untuk apa kau berdiam diri disana, membiarkanku bingung dengan sikapmu. Mencoba menebak apa yg terjadi denganmu, mencoba berusaha mengajakmu untuk kembali. Sedangkan kau dengan perlahan tapi pasti menjauh meninggalkanku tapi satu pesan pun.
Mungkin keadaan yg salah, keadaan dimana kau sdh bersamanya tapi kau tetap menarikku. Hingga aku terjatuh dan terbuai dengan sikapmu. Dan saat ini, saat aku mulai mencintaimu, mulai menaruhkan hatiku untukmu, mulai menggantungkan hidupku denganmu. Kau melepaskan tanganku begitu saja, tanpa penjelasan, tanpa alasan. Kau pergi bagaikan buih yg tertiup angin, tak meninggalkan jejak untuk org lain. Tapi menorehkan segores luka dihati~

Kamis, 28 Mei 2015

29 !

Sudah 2jam yg lalu jam dinding mengeluarkan suaranya. Menunjukan bahwa hari sudah memasuki tgl 29. Dan sekarang aku baru tersadar. Hari sudah berganti (lagi)  tanpa terasa tentunya , aku harus kembali melewati tanggal 29. Entah mengapa tak spt biasanya , matapun enggan untuk terpejam. Semburat rasa kerinduan muncul ditengah hati yg mulai mengikis kenangan masalalu. Ah aku mulai mengingat ingat bagaimana kisah cinta kita dahulu. Haruskah kuperjelas lagi , tidak ! Terlalu sakit untuk diungkapkan.
Skg aku harus melewati 29 seorang diri , beranggapan tidak pernah terjadi apa apa pd tanggal itu. Berpura pura hilang ingatan sejenak akan semua kenangan. Hanya satu pertanyaanku "apa kau masih mengingat tgl itu ?
Dan mungkin juga aku dapat menebak jawabannya , "tentu saja tidak!"
Oh sampai kapan aku merasakan kegundahan setiap tgl 29, sedangkan sesorang disana yg kurindukan tak pernah tau dan tak pernah menganggap ada arti di tanggal 29.
Hanya waktu yg dapat menghapus semua kegundahan yg tersisa dihatiku , dan sungguh aku percaya itu. Maafkan aku yg masih blm bisa menghapus semua rasa ini , tapi aku yakin suatu saat aku berhenti menangisimu !

"O"

Selasa, 19 Mei 2015

Sebuah catatan kecil.

Masih teringat dengan jelas bagaimana kau menciumku untuk pertama kalinya. Tatapan mata penuh arti. Senyum di bibirmu yg kau tunjukan padaku , percakapan ringan kita saat duduk bersebelahan.
Saat ini semua itu tidak dapat terulang kembali. Mendengar seseorang menyebut namamu sdh membuat hatiku menciut. Bagaimana tidak ? Aku hanya bisa tersenyum tipis seoalah olah tidak pernah terjadi apa apa diantara kita.
Bagaimana bisa kau melepaskanku begitu saja. Kau menawarkan sebuah pengharapan padaku. Kau menarik tanganku agar aku jatuh dalam duniamu. Kita saling bercerita ttg pribadi masing masing , apa yg tak kau sukai sampai yg kau sukai kau ceritakan semuanya. Bagaimana bisa aku tak menyukaimu jika sdh seperti itu.
Dalam sekejap kau merubah perasaan dihatiku, dan dalam waktu singkat pula kau meninggalkanku begitu saja. Bagaimana bisa kau melakukan itu ?
Tak bisakah kau menghapus perasaan yg sdh melekat ini seperti kau menghapus bayangku dalam hidupmu ?
Lalu , sampai kapan kita terus seperti ini. Terjebak dalam kecanggungan yg tak berujung ?
Maafkan aku , aku merindukanmu.