Ini cinta yg rumit, kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Tapi
entah mengapa aku mengabaikan takdir itu, aku memaksakan diriku untuk
bersamamu. Meskipun aku tahu semua konsekuensi yg harus kuterima, aku
mejalaninya dengan senyum memancar diwajahku. Iyaa dengan sebuah senyuman, tp
itu tak bertahan lama. Aku mulai menyadari itu bukan sebuah senyuman , itu
hanyalah sebuah topeng. Aku mulai merasa semua ini hanyalah tipuan, semua
perktaan yg kau tujukan padaku hanyalah sebuah rekayasa. Bodohnya aku percaya
dengan semua kata kata manis itu, harusnya aku sadar dari awal bahwa takdir
memang benar-benar tidak bisa mempersatukan kita. Aku terlalu menentang takdir,
aku terlalu memaksakan hatiku, aku terlalu bodoh. Maafkan aku kumohon maafkan
aku, harusnya aku tak datang dihidupmu, harusnya aku tak berhubungan denganmu,
harusnya aku tak menyayangimu, harusnya aku tak mencintaimu! Aku , aku hanya ,
aku hanya terlalu lelah untuk menjadi kekasih yg tersimpan :’)
Rabu, 04 Juni 2014
Senin, 02 Juni 2014
The Letter . .
Aku berjalan
dengan kepala tertunduk , entah apa yang sedang kupikirkan akupun tak tahu.
Yang aku tahu aku merasakan hatiku sangat sakit seperti tertusuk sesuatu .
Rasanya sakit bahkan sangat sakit. Aku berusaha mengingat apa yang terjadi ,
aku merasa menggenggam sesuatu. Ya , sebuah surat yang kusut karna kuremas.
Sebuah surat yang kubaca beberapa menit yang lalu.
***
Pagi ini aku
sudah rapi , siap berangkat ke suatu tempat. Aku melajukan motorku ke stasiun
terdekat, hari ini aku sengaja berdandan rapi tak seperti biasanya. Aku
menunggu kereta jurusan Bandung – Surabaya , sejam kemudian aku mendengar
pengumuman bahwa kereta yang kutunggu telah tiba. Aku segera mencari sosok itu
, sosok yang beberapa hari ini kutunggu kedatangannya. Aku mondar mandir
mencarinya tapi tidak ketemu. Dari kejauhan aku melihat sosok itu, sosok yang
turun dari kereta dengan membawa tas ransel besar di punggungnya . sosok yang
sangat kurindukan , aku termenung melihatnya. Senyumnya mengembang saat
melihatku, senyuman itu senyuman yang selalu kurindukan dan lesung pipit itu.
Dia berjalan menghampiriku “apa kabar” itu satu satunya kata yang bisa keluar
dari mulutku. “aku merindukanmu”balasnya singkat !
**
Selama
liburan kami menghabiskan waktu bersama , aku banyak mengajaknya ke beberapa
tempat yang ada di Surabaya. Mungkin tak sebesar di Bandung tapi di Surabaya
tak kalah bagusnya seperti di Bandung. Hari itu kami mengunjungi pasar malam,
kami banyak bercerita. Dia banyak bercerita tentang kuliahnya di Bandung, dia juga
bercerita bahwa dia cukup populer di kampusnya. Dan dia juga bercerita banyak
perempuan yang mendekatinya, aku menyimak dengan baik dan hanya tersenyum kecut
mendengar ucapannya. Mungkin dia peka , tiba tiba tanganya terangkat dan
menepuk kepalaku pelan “jangan seperti itu, aku sama sekali tidak menyukai
mereka” jelasnya, aku hanya menunduk menahan malu. Kami menaiki salah satu
permainan disana , dan kami memilih bianglala. Bianglala berputar perlahan,
angin pun mulai berhembus. Kurasajan badanku menggigil dengan sigapnya dia
memakaikan jaketnya padaku , “pakailah kau pasti kedinginan”ujarnya pelan. Dia
menggosok*kan kedua tangannya lalu menempelkan di pipiku , aku menatapnya
sesaat “hangat kan?”ucapnya sambil tersenyum, kurasakan wajahku memerah , aku
mengangguk perlahan. Dia terus saja mengenggam kedua tanganku, aku meletakkan
kepalaku di pundaknya. “sangat nyaman seperti ini”jelasnya , aku hanya bisa
menngangguk mendengar ucapannya. Dia menoleh ke arahku “tahukah aku sudah
menyanyangimu sejak kita masih kecil, ingatkah aku sangat senang mendengar
tawamu, aku sangat merindukan saat kita bermain bersama dulu. Dan aku sangat
menyayangimu bahkan aku aku mencintaimu I LOVE YOU dear!!”ucapnya panjang
lebar. Dia menyentuh kedua pipiku , lalu mencium puncak kepalaku singkat dan
tersenyum. “aku juga sangat mencintaimu”jawabku singkat.
*
Waktu 10
hari yang cukup panjang bagiku sangat terasa singkat, hari ini dia kembali ke
Bandung. Aku mengantarnya menuju stasiun , dalam perjalanan aku hanya diam dan
menunduk tiba- tiba dia menggenggam tanganku “jangan seperti ini , kau jangan
bersedih . aku takkan meninggalkanmu selamanya, ingat janji kita kan? Aku akan
menemuimu saat lebaran nanti”jelasnya. Tanpa terasa air mataku jatuh perlahan,
aku terus saja memeluk tangannya sambil terisak. Kereta berangkat pukul 2 siang
, kami tiba sejam lebih awal. Kami berdua terdiam dalam pemikiran masing
masing, air mataku terus saja menetes . entahlah aku merasa aku akan kehilangan
dia, aku melihat dia mengambil sapu tangan disakunya. Dengan lembut dia
menghapus air mataku “kumohon jangan seperti ini, jangan bersedih kita akan
bertemu lagi sayang. Percayalah aku sangat mencintaimu”ucapnya panjang lebar.
Aku terus saja menangis tidak peduli dengan keadaan sekitar, aku hanya ingin
dia tetap disini bersamaku “aku juga mencintaimu, bahkan aku sangat sangat
mencintaimu”ucapku sambil terisak. Tiba- tiba dia mencium kedua kelopak mataku
“aku tahu , kumohon berhentilah menangis aku tak ingin kau bersedih” dia
kembali menghapus air mataku, lalu dia mengecup bibirku singkat kemudian
memelukku. Tangisku bertambah parah , aku memeluknya dengan sangat erat.
Mungkin ini yang disebut dengan pelukan perpisahan.
**
Pagi ini aku
kembali memeriksa ponselku, hari ini tepat 5 bulan saat dia kembali ke Bandung.
Selama 5bulan juga kami hanya berkomunikasi lewat telepon genggam, aku selalu
saja merindukannya aku tidak pernah melupakan saat dia menghabiskan liburan
bersama ku. Setiap hari dia selalu memberiku kabar, tapi beberapa minggu ini
semuanya berubah. Aku berfikir dia sibuk dengan kuliahnya, aku mencoba
memakluminya. Tapi seminggu ini dia sama sekali tak mengabariku, aku mencoba
menghubunginya tapi ponselnya terus saja tidak aktif “mungkin dia
sibuk”batinku.
***
Cuaca tiba
tiba berubah, cuaca yang tadinya terik berubah mendung. Petir bergemuruh pelan
, langit perlahan lahan menjadi gelap. Aku berjalan dengan kepala tertunduk ,
entah apa yang sedang kupikirkan akupun tak tahu. Yang aku tahu aku merasakan
hatiku sangat sakit seperti tertusuk sesuatu . Rasanya sakit bahkan sangat
sakit. Aku berusaha mengingat apa yang terjadi , aku merasa menggenggam
sesuatu. Ya , sebuah surat yang kusut karna kuremas. Sebuah surat yang kubaca
beberapa menit yang lalu. Sepucuk surat yang mengubah semuanya, mengubah
penantianku selama 5bulan ini tidak ada artinya. Perlahan- lahan hujan pun
mulai turun dengan derasnya, aku jatuh terduduk aku tidak perduli bila badanku
basah kuyup. Aku menangis sejadi jadinya, aku terus saja memukul dadaku keras
keras tapi rasa sakit itu tidak juga hilang. Kembali kubaca surat itu, sepucuk
surat yang bahkan tak ingin ku terima !
Dear
kekasihku~
Sebelumnya aku meminta maaf bila
beberapa minggu ini ponselku tidak aktif, aku sengaja tidak mengaktifkannya.
Kumohon maafkan aku, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini. Harusnya aku jujur
dari awal bahwa aku telah memiliki seorang kekasih. Tapi aku juga sangat
mencintaimu, maafkan aku aku tidak bisa meninggalkan dia untukmu. Kumohon
jangan bersedih , maafkan aku sungguh maafkan aku. Aku sangat bersalah padamu,
kumohon teruskan hidupmu jangan mengharapkan aku lagi. Tapi ketauhilah aku sangat
mencintaimu, aku tidak pernah bohong dengan ucapanku dulu. Tapi keadaan yang
mengharuskan kita berpisah. Maafkan aku aku mencintaimu !
F!
Langganan:
Postingan (Atom)