Senin, 02 Juni 2014

The Letter . .

Aku berjalan dengan kepala tertunduk , entah apa yang sedang kupikirkan akupun tak tahu. Yang aku tahu aku merasakan hatiku sangat sakit seperti tertusuk sesuatu . Rasanya sakit bahkan sangat sakit. Aku berusaha mengingat apa yang terjadi , aku merasa menggenggam sesuatu. Ya , sebuah surat yang kusut karna kuremas. Sebuah surat yang kubaca beberapa menit yang lalu.
***
Pagi ini aku sudah rapi , siap berangkat ke suatu tempat. Aku melajukan motorku ke stasiun terdekat, hari ini aku sengaja berdandan rapi tak seperti biasanya. Aku menunggu kereta jurusan Bandung – Surabaya , sejam kemudian aku mendengar pengumuman bahwa kereta yang kutunggu telah tiba. Aku segera mencari sosok itu , sosok yang beberapa hari ini kutunggu kedatangannya. Aku mondar mandir mencarinya tapi tidak ketemu. Dari kejauhan aku melihat sosok itu, sosok yang turun dari kereta dengan membawa tas ransel besar di punggungnya . sosok yang sangat kurindukan , aku termenung melihatnya. Senyumnya mengembang saat melihatku, senyuman itu senyuman yang selalu kurindukan dan lesung pipit itu. Dia berjalan menghampiriku “apa kabar” itu satu satunya kata yang bisa keluar dari mulutku. “aku merindukanmu”balasnya singkat !
**
Selama liburan kami menghabiskan waktu bersama , aku banyak mengajaknya ke beberapa tempat yang ada di Surabaya. Mungkin tak sebesar di Bandung tapi di Surabaya tak kalah bagusnya seperti di Bandung. Hari itu kami mengunjungi pasar malam, kami banyak bercerita. Dia banyak bercerita tentang kuliahnya di Bandung, dia juga bercerita bahwa dia cukup populer di kampusnya. Dan dia juga bercerita banyak perempuan yang mendekatinya, aku menyimak dengan baik dan hanya tersenyum kecut mendengar ucapannya. Mungkin dia peka , tiba tiba tanganya terangkat dan menepuk kepalaku pelan “jangan seperti itu, aku sama sekali tidak menyukai mereka” jelasnya, aku hanya menunduk menahan malu. Kami menaiki salah satu permainan disana , dan kami memilih bianglala. Bianglala berputar perlahan, angin pun mulai berhembus. Kurasajan badanku menggigil dengan sigapnya dia memakaikan jaketnya padaku , “pakailah kau pasti kedinginan”ujarnya pelan. Dia menggosok*kan kedua tangannya lalu menempelkan di pipiku , aku menatapnya sesaat “hangat kan?”ucapnya sambil tersenyum, kurasakan wajahku memerah , aku mengangguk perlahan. Dia terus saja mengenggam kedua tanganku, aku meletakkan kepalaku di pundaknya. “sangat nyaman seperti ini”jelasnya , aku hanya bisa menngangguk mendengar ucapannya. Dia menoleh ke arahku “tahukah aku sudah menyanyangimu sejak kita masih kecil, ingatkah aku sangat senang mendengar tawamu, aku sangat merindukan saat kita bermain bersama dulu. Dan aku sangat menyayangimu bahkan aku aku mencintaimu I LOVE YOU dear!!”ucapnya panjang lebar. Dia menyentuh kedua pipiku , lalu mencium puncak kepalaku singkat dan tersenyum. “aku juga sangat mencintaimu”jawabku singkat.
*
Waktu 10 hari yang cukup panjang bagiku sangat terasa singkat, hari ini dia kembali ke Bandung. Aku mengantarnya menuju stasiun , dalam perjalanan aku hanya diam dan menunduk tiba- tiba dia menggenggam tanganku “jangan seperti ini , kau jangan bersedih . aku takkan meninggalkanmu selamanya, ingat janji kita kan? Aku akan menemuimu saat lebaran nanti”jelasnya. Tanpa terasa air mataku jatuh perlahan, aku terus saja memeluk tangannya sambil terisak. Kereta berangkat pukul 2 siang , kami tiba sejam lebih awal. Kami berdua terdiam dalam pemikiran masing masing, air mataku terus saja menetes . entahlah aku merasa aku akan kehilangan dia, aku melihat dia mengambil sapu tangan disakunya. Dengan lembut dia menghapus air mataku “kumohon jangan seperti ini, jangan bersedih kita akan bertemu lagi sayang. Percayalah aku sangat mencintaimu”ucapnya panjang lebar. Aku terus saja menangis tidak peduli dengan keadaan sekitar, aku hanya ingin dia tetap disini bersamaku “aku juga mencintaimu, bahkan aku sangat sangat mencintaimu”ucapku sambil terisak. Tiba- tiba dia mencium kedua kelopak mataku “aku tahu , kumohon berhentilah menangis aku tak ingin kau bersedih” dia kembali menghapus air mataku, lalu dia mengecup bibirku singkat kemudian memelukku. Tangisku bertambah parah , aku memeluknya dengan sangat erat. Mungkin ini yang disebut dengan pelukan perpisahan.
**
Pagi ini aku kembali memeriksa ponselku, hari ini tepat 5 bulan saat dia kembali ke Bandung. Selama 5bulan juga kami hanya berkomunikasi lewat telepon genggam, aku selalu saja merindukannya aku tidak pernah melupakan saat dia menghabiskan liburan bersama ku. Setiap hari dia selalu memberiku kabar, tapi beberapa minggu ini semuanya berubah. Aku berfikir dia sibuk dengan kuliahnya, aku mencoba memakluminya. Tapi seminggu ini dia sama sekali tak mengabariku, aku mencoba menghubunginya tapi ponselnya terus saja tidak aktif “mungkin dia sibuk”batinku.
***
Cuaca tiba tiba berubah, cuaca yang tadinya terik berubah mendung. Petir bergemuruh pelan , langit perlahan lahan menjadi gelap. Aku berjalan dengan kepala tertunduk , entah apa yang sedang kupikirkan akupun tak tahu. Yang aku tahu aku merasakan hatiku sangat sakit seperti tertusuk sesuatu . Rasanya sakit bahkan sangat sakit. Aku berusaha mengingat apa yang terjadi , aku merasa menggenggam sesuatu. Ya , sebuah surat yang kusut karna kuremas. Sebuah surat yang kubaca beberapa menit yang lalu. Sepucuk surat yang mengubah semuanya, mengubah penantianku selama 5bulan ini tidak ada artinya. Perlahan- lahan hujan pun mulai turun dengan derasnya, aku jatuh terduduk aku tidak perduli bila badanku basah kuyup. Aku menangis sejadi jadinya, aku terus saja memukul dadaku keras keras tapi rasa sakit itu tidak juga hilang. Kembali kubaca surat itu, sepucuk surat yang bahkan tak ingin ku terima !
Dear kekasihku~
            Sebelumnya aku meminta maaf bila beberapa minggu ini ponselku tidak aktif, aku sengaja tidak mengaktifkannya. Kumohon maafkan aku, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini. Harusnya aku jujur dari awal bahwa aku telah memiliki seorang kekasih. Tapi aku juga sangat mencintaimu, maafkan aku aku tidak bisa meninggalkan dia untukmu. Kumohon jangan bersedih , maafkan aku sungguh maafkan aku. Aku sangat bersalah padamu, kumohon teruskan hidupmu jangan mengharapkan aku lagi. Tapi ketauhilah aku sangat mencintaimu, aku tidak pernah bohong dengan ucapanku dulu. Tapi keadaan yang mengharuskan kita berpisah. Maafkan aku aku mencintaimu !

                                                                                                                                    F!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar