Kita sudah lama saling mengenal, bahkan bisa dikatan sejak dari kecil . Waktu itu aku masi anak baru dikampungmu, kita berkenalan pun tanpa sengaja . Masi jelas teringat saat pertama kali kita bermain bersama, setelah tarawih saat bulan puasa. Kita masih sangat polos, waktu pun terus berjalan. Tanpa terasa kita semakin tumbuh dewasa, tak ada lagi bermain bersama , tak ada lagi tawa riang kita.
Kita pun semakin menjauh, aku fokus dengan sekolahku kaupun juga begitu. Kita sibuk dengan kehidupan masing - masing , bahkan aku bisadikatakan hampir lupa dengan tidak adanya dirimu.
Suatu hari aku mendengar salah satu temanku bercerita bahwa kau sdh memiliki kekasih, aku terdiam mendengar perkataannya. "benarkah itu"batinku dalam hati, ada sedikit perasaan tidak senang saat aku mendengarnya. Kau sibuk dengan kekasihmu, saat aku datang menemui mu hanya ingin mengetahui kabarmu kau hanya diam tak menghiraukan ku. Aku pulang dengan menundukkan kepala, mencoba berfikir knapa kau bisa berubah.
Tanpa sengaja aku mulai menitikan air mata, entahlah aku tak tau mengapa, aku mencoba menipis pikiran bahwa aku menyukainya. Karna aku selalu berpikir bahwa dia teman baikku, tak mungkin aku menyukainya.
Waktu pun terus berjalan, kau masuk sekolah favorite di kota dan aku juga mendengar km menjadi pemain basket di sekolahmu. Ingin rasanya aku datang saat kau bertanding, tapi mungkin kehadiranku juga tak memberikan efek apa apa untukmu :') . Aku berusaha mencoba menghubungimu , ternyata nomor ponselmu pun sdh ganti. Meskipun kita satu kampung , jarang sekali ada kesempatan bertemu denganmu. Terlintas dipikaranku untuk melupakanmu, namun selalu saja tak bisa. Bahkan aku selalu bingung dengan perasaanku padamu, apakah murni sebagai temen atau yg lain .
Mungkin Tuhan menjawab doaku, kita dipertemukan kembali dalam suatu rapat dikampung kita. Aku bingung harus merasa senang atau tidak, aku gugup saat bertemu denganmu . Ingin rasanya aku menyapamu, tapi kau menghiraukan ku. Sifat cuek mu masih sangat melekat, kau selalu sibuk dengan ponsel yg kau pegang. Aku mencoba memakluminya mungkin kau jg gugup bertemu denganku, pertemuan itupun berlalu seperti angin.
Sejak rapat itu, kau sering sekali bermain dengan salah satu temanku. dan sering pula kau lewat depan rumahku, tapi selalu saja kau bersikap acuh tak acuh .
Rapat itu di adakan kembali, aku terkejut tiba tiba kau duduk disampingku. Dengan masih memegang ponsel kau melirik sambil tersenyum padaku, "oh tuhan benarkah itu dia"batinku aku pun membalas senyumnya. Entahlah sajak saat itu dia selalu tersenyum saat bertemu denganku, kami kembali dekat. Bahkan kami menghabis kan malam minggu dengan membakar jagung. Kita tertawa bersama , bercerita bersama . Tiba-tiba salah satu temanku berkata , "eciyee kalian berdua akrab bgt, pacaran yaa" kurasakan wajahku memerah. aku melirik sekilas ke arahnya, dia tak menghiraukan ocehan temanku.
Setiap malam aku selalu mengingat kejadian itu, tanpa sadar jatungku berdetak kencang saat mengingatnya. Mungkin kah ini yg disebut CINTA ?? benarkah aku berharap tak begitu.
Hari-hari yg menyenangkan sejak kau datang kembali, malam itu kita keluar bersama. Kau banyak bercerita tentang sekolahmu, termasuk kekasihmu. kau bilang kau sdh putus dengannya , tanpa sadar aku tersenyum mendengarnya. "Salahkah aku bila aku benar benar jatuh hati dengannya" batinku. Tiba-tiba kau menarik tanganku untuk melingkar di pinggangmu, "berpeganglah udaranya dingin, aku juga takut kau jatuh"ucapnya.
Aku selalu mengingat ucapanmu, aku bahkan tersenyum sendiri saat mengingatnya. Aku benar benar jatuh hati denganya, aku tak peduli perasaan ini salah atau tidak yg aku tau aku saat ini MENCINTAINYA !
Kau memintaku untuk datang ke acara sekolahmu, dengan senang hati aku menjawab "iya". Bersama teman*ku aku datang, aku berfikir kau akan menggandengku dan akan memperkenalkan pada teman teman sekolahmu bahwa aku adalah wanita spesial di hidupmu. Aku tersenyum saat membayangkannya , namun semua itu SALAH ! Dari kejauhan aku melihatmu merangkul seorang gadis yg seumuran denganku, aku berusaha menepis pandangan ku siapa tau aku salah. Aku mencoba melihat kembali ternyata benar itu adalah kau, kau yg menggandeng gadis lain bukan AKU ! aku berhenti sesaat mencoba mengatus nafasku, mencoba menahan agar air mataku tidak jatuh ! Acara yg harusnya meriah menjadi suram bagiku , kau terus saja menggandengnya tanpa menghiraukanku. Aku pulang dan menangis sejadi jadinya, aku begitu bodoh dengan beranggapan kau juga menyukaiku. harusnya aku tau bahwa ini hanya CINTA SEPIHAK !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar